MENANAMKAN NORMA-NORMA AGAMA KEPADA ANAK USIA DINI

kb tk kreatif primagama nitikan 2
MEMBANGKITKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISIONAL YANG PENUH MAKNA
August 28, 2019
kb tk kreatif primagama - bantul - aku anak sehat rs-uii
KB TK Kreatif Primagama – Lomba Aku Anak Sehat
September 2, 2019

MENANAMKAN NORMA-NORMA AGAMA KEPADA ANAK USIA DINI

kentungan 2

kentungan 1Anak  adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada sepasang suami istri. Tanpa kehadiran anak rumah tangga terasa belum sempurna. Anak adalah amanah yang mesti dipelihara, dibina dan dibesarkan. Anak adalah generasi penerus yang kelak akan mewarnai dunia dan kehidupan di masa mendatang.

Menanamkan norma-norma agama kepada anak usia dini sangatlah tepat. Secara psikis (jiwa) anak-anak masih putih, bersih, belum ternoda laksana kertas kosong. Daya ingatnya pun masih teramat kuat. Pantaslah jika pribahasa menggambarkan: “Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa laksana mengukir diatas air.”

Selanjutnya, dibutuhkan beberapa faktor pendukung dalam menanamkan norma- norma agama kepada anak usia dini. Faktor ini tidak boleh dipisahkan dan berdiri  sendiri- sendiri, bahkan mesti saling melengkapi. Sebut saja: Faktor Keluarga, Lingkungan dan Pendidikan.

Faktor Keluarga

Keluarga adalah kelompok terkecil dalam masyarakat. Melalui keluarga anak usia dini bisa mengetahui, bahwa ia tidak hidup seorang diri. Ada orang-orang lain disampingnya, seperti: ayah, ibu, kakak, adik, kakek dan nenek, bahkan pembantu rumah tangga.

Dari miliu inilah norma-norma agama mulai diterapkan. Contoh: ketika hendak keluar masuk rumah, dibiasakan saling memberi salam. Ketika hendak makan bersama di meja makan, biasakan menggunakan tangan kanan untuk mengambil makanan serta membaca doa. Diberitahukan kepadanya, bahwa makan dengan tangan kiri adalah tidak baik, karena tangan kiri gunanya untuk membasuh kemaluan (cebok) serta makan dengan tangan kiri adalah kebiasaannya setan. Ketika hendak masuk kamar mandi, mendahulukan kaki kiri dan keluar mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa. Mengapa demikian?  Karena itulah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Faktor Lingkungan

Penanaman norma-norma agama kepada anak usia dini di lingkungan masyarakat tentu tidak semudah dalam lingkungan keluarga. Banyak ragam karakter. Perbedaan latar belakang hidup. Belum lagi perbedaan agama dan keyakinan. Dibutuhkan perhatian khusus bagi orang tua maupun pendidik. Namun, paling tidak bisa ditanamkan norma-norma agama yang berlaku secara universal, seumpama: menanamkan kejujuran, tolong menolong, saling berbagi, melatih kesabaran, menjunjung sportifitas dan lain sebagainya.

Faktor Pendidikan

Pendidikan yang dimaksud adalah tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar, kelompok belajar dan bermain, lembaga pendidikan (sekolah) berlandaskan ajaran Islam, tentunya. Penanaman norma-norma

agama ini sudah pasti masuk dalam kurikulum. Prestasi yang baik juga menjadi tolak ukur bagi tumbuh kembangnya jiwa peserta didik atau murid.

Diperlukan juga selektifitas bagi orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan atau kelompok bermain tertentu. Faktor mutu pendidikannya amatlah penting. Semakin baik mutu suatu lembaga pendidikan (sekolah) adalah cermin kesuksesan dalam membina peserta didiknya. Tentunya dengan menjalin peran orang tua dan masyarakat.

Demikianlah paparan singkat mengenai penanaman norma-norma agama kepada anak usia dini. Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi sudah merambah kemana- mana. Bukan hanya di kota besar, bahkan merangsek ke plosok desa. Hanya dengan menerapkan norma-norma agama, masa depan anak-anak usia dini akan terlindungi dan terbentengi.

 

Bunda Leny 2

 

Penulis :

Bunda Leni

Principal Sekolah Primagama Cabang Kentungan, Pemerhati Tumbuh Kembang Anak


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *