MEMBANGKITKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISIONAL YANG PENUH MAKNA

sekolah-primagama-rsjih
Aku Anak Sehat Indonesia ” Pola Asuh & Kesehatan Anak di Era Milenial “
August 19, 2019
kentungan 2
MENANAMKAN NORMA-NORMA AGAMA KEPADA ANAK USIA DINI
August 28, 2019

MEMBANGKITKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISIONAL YANG PENUH MAKNA

kb tk kreatif primagama nitikan 2

kb tk kreatif primagama nitikan 1Masih ingatkah permainan masa kecil kita di Zaman era 90 atau yang kita sebut dengan generasi X (lahir antara 1965-1980)? Pastilah masih ingat dengan macam – macam permainan anak – anak di era 90 an. Dimana di zaman tersebut media elektronik belum seperti era zaman sekarang yang disebut dengan generasi Y (lahir antara tahun 1980-1996) & Generasi Z (lahir dari tahun 1997 sampai saat ini.  Generasi saat ini cenderung asyik dengan permainan yang berhubungan dengan elektronik atau gadget. Bahkan sangat jarang anak – anak zaman sekarang kenal dengan permainan tradisional yang syarat penuh makna baik dari segi emosi amaupun dari ketrampilan (berhubungan dengan motorik).

Betapa berjasanya leluhur – leluhur kita menciptakan ragam permainan tradisional itu memang sengaja menciptakan ragam permaian tradisional itu memeang sengaja menyisipkan makna yang mendalam.

 

  1. Permaian egrang

Permainan ini menggunakan media bambu sebagai tempat untuk pijaknnya. Permainan egrang membutuhkan keseimbangan dan rasa percaya diri untuk melangkahkan. Makna permainan ini mengajarkan kepada kita lebih semangat, percaya diri lebih tinggi dan pantang menyerah menghadapi permasalahan hidup.

  1. Engklek atau sunda manda

Permainan yang banyak menggunakan satu kaki untuk berjalan pada gambar yang sudah disediakan. Permainan ini membutuhkan strategi pencapaian untuk mendapatkan tempat yang diinginkan. Makna dari permainan ini jika seseorang ingin mendapatkan suatu tempat baik tempat tinggal atau jabatan harus dipersiapkan dengan strategi yang bagus dan matang.

  1. Congklak

Permainan ini banyak dimainkan oleh anak – anak perempuan dilalukan secara berpasangan dengan mengisi lubang – lubang dengan biji – bijian yang sudah ditentukan jumlahnya. Permainan ini mempunyai filosofi yang tinggi. Selain belajar untuk menghitung jumlah biji yang dimasukkan ke setiap lubang – lubangnya, permainan ini juga mengajarkan makna untuk “take & give” kepada temannya. Dimana ketika lubang yang dimiliki oleh temannya sudah sesuai dengan jumlah ditentukan maka biji yang ada di lubang tersebut akan diambil oleh temannya.

  1. Cublek – cublek suweng

Masih ingat dengan lirik lagu cublek – cublek suweng? Seperti ini liriknya” cublak – cublak suweng, suwenge teng gelenter mambu ketundhung gudel, pak empo lera – lere sopo ngguyu ndelikkake. Sir – sir pong dele kopong sir – sir pong dele kopong”. Permainan ini dimainkan oelh lebih dari 3 anak untuk mencapai permainan yang menarik. Salah satu anak tertelungkup di tengah – tengah sementara teman yang lainnya mengelilingi sembari menggenggam batu kerikil kecil dan menyanyikan lagu. Makna lagu ini mengajarkan kita untuk tidak selalu memikirkan harta bendanya yang dimilikinya.

Diatas adalah beberapa contoh permaian tradisioanl sarat dengan makna yang harus kita jaga kelestariannya sampai kapanpun meskipun anak keturunan kita berada pada generasi Y dan seterusnya. Permainan tradisional ini harus kita jaga kelestariannya meskipun dihantam dengan perkembangan zaman modern yang sarat dengan media elektronik

 

Bunda Wulan - 2

PENULIS

Bunda Wulan

Principal Sekolah Primagama Cabang Nitikan, Pemerhati Tumbuh Kembang Anak

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *