Membaca untuk Anak Usia Dini, Bisakah Itu ?

kb tk kreatif primagama - sekolah primagama - fun day
KIDS FUN DAY KB TK KREATIF PRIMAGAMA
September 3, 2019
illustrasi ibu
AKU BANGGA MENJADI IBU
September 9, 2019

Membaca untuk Anak Usia Dini, Bisakah Itu ?

kb-tk-kreatif-primagama-kentungan-1

kb-tk-kreatif-primagama-kentungan-3Sering kita dengar bahkan kita lihat ketika masa-masa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) khususnya jenjang Sekolah Dasar terdapat seleksi yang harus dilalui calon pesertanya terlebih dulu. Sebagian besar seleksi memang merujuk pada jenjang usia anak, namun disamping itu terdapat pula tes kemampuan dasar anak seperti membaca sebagai salah satu syaratnya. Ditambah lagi pembelajaran pada kelas bawah di sekolah dasar pun sudah menerapkan pembelajaran dengan membaca. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan pembelajaran pada jenjang pendidikan sebelumnya, yaitu pendidikan pra sekolah baik formal maupun non formal untuk anak usia dini. Keduanya menggunakan prinsip pembelajaran bermain sambil belajar karena pada hakikatnya dunia anak adalah bermain.

Berangkat dari pemaparan di atas, mari kita telaah kembali mengenai beberapa hal terkait pembelajaran anak usia dini. Di dalam setiap proses pembelajarannya, anak merupakan individu yang aktif sehingga setiap stimulasi yang diberikan kepada anak kemudian diserap dan dieksplor. Namun tidak terlepas dari hal tersebut, setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda antara satu sama lain, hal tersebut pada nantinya menentukan bagaimana strategi pendidik atau orang dewasa yang ada di sekitar anak. Seperti yang teori diungkapkan oleh John Locke bahwa anak usia dini adalah ibarat kertas kosong tanpa coretan. Kertas kosong tersebut akan diisi dengan coret-coretan orang dewasa yang ada di sekitar anak. Oleh karena itu pertumbuhan dan perkembangan anak akan berkembang tergantung dari bagaimana orang dewasa di sekitar anak memberi stimulasi.

kb-tk-kreatif-primagama-kentungan-2Permasalahan yang sering kita jumpai adalah kemampuan membaca anak sebagai syarat saat memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar. Dalam Hermawita (2012: 03) berpendapat bahwa dewasa ini orang tua menganggap bahwa kemampuan membaca harus dimiliki anak sejak usia pra sekolah. Penyebabnya yaitu adanya tuntutan pada jenjang sekolah dasar terhadap calon siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian Ari Musodah (2014: 3) yang mengatakan bahwa  syarat anak untuk memasuki pendidikan formal lanjut harus memiliki kemampuan membaca. Mengingat tingkat kemampuan setiap anak berbeda serta daya konsentrasi anak usia dini masih terbatas pada satu topik bahasan, hal ini tentu tidak sesuai dengan prinsip anak usia dini yang mengedepankan pembelajaran dengan pendekatan yang menyenangkan dan tanpa paksaan.

Lalu bagaimana menyikapi hal tersebut? Membaca bisa saja distimulasikan pada anak usia taman kanak-kanak, namun pada kemampuan membaca khususnya permulaan. Moleong dalam Nurbiana Dhieni (2009 : 5.3) berpendapat bahwa salah satu aspek kemampuan yang harus  dikembangkan anak TK adalah kemampuan membaca. Dalam Martha Christianti (2013: 313) mengungkapkan bahwa membaca bertujuan untuk membantu anak mengkomunikasikan ide dan perasaannya kepada orang lain serta melakukan interpretasikan dari komunikasi yang sudah terjalin. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca dapat digunakan sebagai dasar untuk menguasai berbagai bidang. Dalam artian bahwa dengan membaca anak akan memperoleh informasi serta pengetahuan, sehingga kemampuan membaca khususnya permulaan dapat distimulasikan kepada anak sejak Taman Kanak-kanak.

kb-tk-kreatif-primagama-kentungan-1Selain itu membaca permulaan diterapkan pada usia taman kanak-kanak karena bertujuan agar menciptakan generasi yang gemar membaca. Anak yang memiliki kegemaran membaca buku pada nantinya akan memiliki rasa kebahasaan yang sangat tinggi.  Montessori dan Hainstock mengungkapkan bahwa pada usia 4-5 tahun anak sudah bisa diajarkan membaca dan menulis (Leonhart dalam Nurbiana Dhieni, 2009: 5.4).

Hal tersebut serupa dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia dini pada Satuan Tingkat Pencapaian Anak terdapat 3 lingkup pada perkembangan bahasa anak diantaranya bahasa reseptif, ekspresif, dan keaksaraan. Dari 3 lingkup perkembangan tersebut membaca termasuk dalam perkembangan bahasa ekspresif, terutama pada pencapaian mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung.

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa membaca bukanlah menjadi suatu momok menakutkan bagi orang tua maupun pendidik anak usia dini dalam menghadapi tuntutan pedidikan. Anak sudah diperkenalkan persiapan membaca pada usia taman kanak-kanak sehingga kemampuan membaca anak sudah pada tahap membaca permulaan. Tentu implementasinya dengan prinsip pembelajaran yang menyenangkan. Oleh karena itu, pendidik maupun orang tua dapat menggunakan berbagai strategi maupun metode dalam menstimulasi anak tanpa mengenyampingkan dunia anak merupakan dunia bermain.

 

Referensi :

Ari Musodah. (2014). Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Kartu Kata Bergambar pada Anak Kelompok B2 RA Ma’arif Karang Tengah Kertanegara Purbalingga.. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Hermawita. (2012). “Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Tata Balok Gambar di TK Negeri Pembina Agam”. Jurnal Pesona PAUD, Vol. 1. No. 1. Diakses dari https://ejurnal.unp.ac.id/index.php/paud/article/view/1662, pada tanggal 26 November 2016 pukul 20.15 WIB.
Martha Christianti. (2013).” Membaca dan Menulis Permulaan Anak Usia Dini”. Jurnal Pendidikan Anak, Volume II, Edisi Desember-2013. Diakses dari https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/download/3042/2534, pada tanggal 19 September 2016 pukul 04:24 WIB.
Nurbiana Dhieni. (2009). Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.

 

Bunda Peppy edit

Penulis :

Bunda Peppy

Principal Sekolah Primagama Cabang Kentungan, Pemerhati Tumbuh Kembang Anak

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *